Wednesday, December 21, 2011

pedagang di pansi resek :@


MINGGU
Males banget bangun, kalo hari ini aku nggak ada janji jogging (dan janji untuk sholat subuh :p) eh tiba-tiba ada sms dari Menur kalo dia masih nungguin si Hayu, padahal jam sudah menunjukkan pukul 6 dan matahari sudah pamer sinar :p
Kurang lebih 30 menit kemudian Hayu dan Menur sampe di depan rumah, dan sialnya si Hayu sewot lagi, kek gue nggak tahu aja siapa yang nelat :p hohoho.
Sampe di pansi (lapangan kumuh dengan hawa lembab karna hujan semalam) kita langsung BERENCANA lari. Hanya karna aku dan Hayu sedang memiliki stomach-trouble (masalah perut maksudte :p) jadi kita jalan aja terus (sudah dicoba lari, nggak ada setengah lapangan udah megap-megap). Cuman si Menur dan Tommy (pacarnya) yang lari.
Dilanjutkan dengan ngobrol seperti biasa. Terus si Hayu kepengen beli mainan, mampirlah ke pedagang mainan,
“lek, ini berapa (how much for this)?”
“serebu dek (a thousand),”
“mahal amat, lima ratus aja dong (too expensive, five hundred!)”
“kalo beli dua dek, kalo serebu satu, kalo dua 500 (if you buy two, one for thousand, two for five hundred each),”
“yaudah, kalo gitu nih, aku beli 4 (okay, I buy four),” kata si Hayu akhirnya menerima deal (actually it takes long time for bargaining, but I’m too lazy to write it here, beside I hate that ugly-seller :p)
“ aku juga mau deh, buat adekku (I also want for my sister)”  then I gave a thousand rupiah to that monkey. But when I wanna take two that monkey said,
“satu serebu dek, (one for thousand)”
“APA?! Tadi jelas-jelas 2, nggak bisa, (what?! No way, 2 for thousand)”
“dimana-mana juga segetu dek (everywhere also the same price),”
“tadi temen saya dapet 500 satu (but my friend took it for 500 each)”
“tapi dia ambil 4 (but she took four)”
“tadi abangnya bilang! LIMA RATUS KALO BELI DUA! (but you said that five hundred each if I take two)”
“kalo nggak percaya…. (if you don’t believe….)”
“nggak jadi aja! Cuiiiih! (never mind! Cuiih!)” I said while taking my money rudely.
(P.S for tourist, never buy a toy from seller with moustache and monkey face :p)
Jelas-jelas gue…. Arghhh, gue yakin hundred and fifteen percent that seller never study negotiation, because he adopt AVOIDING STYLE. Such an idiot man. He thinks I’m fool, hello, do you have a mirror? If you don’t I think I still have enough money to buy one for you! Ihh jengkel banget deh gue. Baru juga seminggu disini udah pada resek.
“^%^^&*%*(*^%#%$” (maap ya sumpah serapah nggak baek diomongin).
Ternyata si Hayu juga ada trouble sama tukang parkir disitu. Emang deh bener-bener pancasila, ckckck. Prihatin aku. Lot of an idiots there.
Sebelum pulang, Menur, Hayu, Tommy nongkrong dulu di depan rumahku, ngobrol-ngobrol, bercanda-bercanda. Waktu hampir jam 9 mereka baru pulang.
Siangnya Ridul dateng ke rumahku. Dengan basah kuyup -_- ujan deres sih di luar. Tapi akhirnya bisa ketemu ridul lagi :) senengnyooo. Dia cerita banyak tentang asramanya yang horror. Di rumahku juga ada Menur waktu itu, jadi kita bertiga ngumpul di kamarku.
Huaaaa, menyenangkan sekali :D bernostalgia lagi, nostalgila :D ceritanya ridul tentang asramanya asik banget, dia punya banyak temen gokil disana. Andai aku juga ada temen ngedan begitu di Singapur :p SUATU SAAT PASTI AKU PUNYA! Hoho #semangat45



No comments:

Post a Comment