Monday, June 9, 2014

Lima Sekawan edisi Pulau Ubin

Singapura. Apa yang ada dipikiran temen-temen ketika mendengar kata Singapura? Mall, kecil, metropolitan, disiplin, shopping dan teratur. Yups, Singapura memang dikenal sebagai surganya para Shopaholic, mall-mall berderetan menjulang tinggi seakan menggoda para turis untuk masuk dan berbelanja. Berbagai macam barang "ber-merk" dapat dijumpai dengan mudah di Singapura. Tapi ternyata, ada sisi lain Singapura yang baru saja saya jumpai, dan itu adalah pulau Ubin. Pulau Ubin adalah pulau milik Singapura yang terpisah dari pulau utama. Untuk sampai kesana, anda harus menyebrang menggunakan perahu kecil dari Changi Point. Disana, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang asri dan masih sangat tradisional.

Jadi, ceritanya aku, Ara, Husna dan Bimo sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk jalan-jalan ke pulau ini. Setelah tertunda berkali-kali, akhirnya tanggal 8 Juni kemarin kami bisa juga mengunjungi pulau Ubin bareng sama Hendika, satu-satunya dari kami yang sudah pernah ke pulau Ubin, hehe. Kami janjian bertemu di Changi Point jam 11, tapi ternyata trio NTU (Bimo, Hendika, dan Husna) ngaret dan baru sampai jam setengah 12 lebih. Yassalaaaam, hahaha. Akhirnya kami makan siang dulu (recommended banget untuk makan siang di changi point, karena di Ubin susah menemukan tempat makan yang halal). Ada satu warung Indonesia yang jual berbagai macam ayam, harganya murah-meriah hanya 4 dollar, porsinya besar dan rasanya enak, ditambah lagi dengan nasi yang di cetak berbentuk hati, uuww so lovely :p

Foto pertama kami




Selesai makan kami langsung menuju pelabuhan, disana kami langsung antri untuk masuk ke kapal. Sistem disini, selama jumlah orang sudah memenuhi kapasitas kapal (12 orang) maka boleh langsung masuk ke kapal. Biaya naik ke kapal SGD 2.50 per orang, dan dibayar di tengah-tengah perjalanan. Untungnya cuacanya mendukung, meski sedikit panas, tapi masih lebih baik daripada hujan, karna kami tidak membawa ponco sama sekali. Karna pada dasarnya aku suka banget dengan air, pantai plus angin sepoi-sepoi, jadi aku pribadi sangat menikmati perjalanan di kapal :)

Lima sekawan di perahu, plus photo bomb :p

Kurang lebih 10 menit kami sampai di pulau Ubin dan disambut dengan gapura "Welcome to Pulau Ubin", otomatis para turis abal-abal ini langsung mupeng pengen foto, masalahnya tinggal, siapa yang mau memfotokan? Akhirnya Hendika berinisiatif buat minta tolong keluarga India buat motoin kita, in exchange, kita motoin mereka juga, hoho.

Welcome to Pulau Ubin

Selanjutnya, kami langsung menyewa sepeda, kami sewa yang biasa saja, 3 single, 1 tandem, dengan harga per orang SGD 6 untuk sewa seharian. Fantastik bukan? :) Dan.. perjalanan kami di pulau Ubin pun dimulai. Jeng jeng jeng. Sepanjang perjalanan kami serasa bukan di Singapura, tapi di Jawa (kebetulan semuanya orang Jawa Tengah, Husna dari Magelang, Bimo dari Jogja, dan Hendika dari Karanganyar). Jadi teringat dulu waktu SMP pas gowes bareng anak-anak paskibra ke Muncul, melewati hutan salak dan sawah, dan dodolnya kami sepedaan pas puasa. Hayah, malah jadi nostalgia gini, oke, kembali ke pulau Ubin.





Pemberhentian pertama kami adalah laut berpagar, haha. Disana kami istirahat sebentar, setelah melewati trek primitif pilihan Husna :p Perjalanan berlanjut, dan treknya juga semakin menantang, terutama untuk Hendika dan Ara yang naik sepeda tandem. Karna jalanan cukup menanjak, mereka berdua terpaksa turun dari sepeda dan mendorongnya. Cemungudh eaa kakak! XD
Di sebelah laut berpagar :p


Pemberhentian kedua kami adalah pulau ubin tree trail, pohon yang besar dan menjulang tinggi. Kami pun istirahat beberapa menit disana, ngobrol-ngobrol, foto, mengisi energi untuk kemudian melanjutkan perjalanan.

Pohon Besar :D


Akhirnya kami sampai di Check Jawa dan menemukan BABI HUTAN, yang dicari-cari sejak awal perjalanan, hahaha. Kami mengandalkan our master of selfie, Ara, untuk foto bareng dengan babi hutan, yang ternyata sangat tidak gampang. Kami harus muter-muter ngikutin kemana babi hutan itu berjalan, sampai akhirnya bisa mengambil foto dengan babi hutan tepat di tengahnya :D yeayy.


Pertama masuk Check Jawa kami disambut oleh rumah peristirahatan yang kami gunakan untuk shalat juga. Disitu kami bertemu dengan keluarga India yang pertama kali fotoin kita di gapura. Anaknya super lucu, dan momen paling epic adalah saat dia menyebut nama Bimo dengan suara ala kartun (entah kartun apa, dan itu agak tidak terdeskripsikan hehe), kocak abis dan cute overload! Karna mager, kita akhirnya main kartu dengan iming-iming mendapatkan roti untuk yang menang (berhubung rotinya cuma 4, maka yang kalah nggak dapet jatah roti). Bermacam-macam jenis permainan kami mainkan, mulai dari malingan, 7up, cepek, dan empat satu.

Foto di perapian

Pak guru Bimo menerangkan tentang pulau Kodok

Murid yang setia mendengarkan








Kelar main, kami melanjutkan perjalanan menuju ke tower. Disana, kami bisa melihat pulau Ubin hampir secara keseluruhan. Lucunya, kami bertemu lagi dengan keluarga india fansnya Bimo :D Tapi anaknya yang lucu waktu itu lagi nangis, entah kenapa ya itu, lupa hehhe. Turun dari tower, kita melanjutkan perjalanan, tadinya pengen langsung balik, karna waktu sudah mepet juga (saat itu jam setengah 5 dan kapal terakhir beroprasi jam 5). Tapi ternyata di tengah jalan kami melewati blue lake yang dicari-cari Ara sejak awal, akhirnya kami berhenti dan foto-foto dulu. Kali ini jatah tandem ada di aku dan Husna, Husna di depan dan aku di belakang. Sebagai pemegang kendali, Husna ngebut parah, brutal abis hahaha, sepatuku sampai lepas dua kali, dan akhirnya aku cuma pakai kaos kaki agar tidak menghambat laju perjalanan XD









Finally, kita sampai di tempat peminjaman sepeda. Setelah mengembalikan sepeda, kami foto lagi di gapura dan kemudian langsung menuju Changi Point menggunakan kapal. Di kapal wajah-wajah loyo sudah bertebaran, haha. But, I must admit that today's super fun!









Sampai di Changi Point, kami makan dulu, kemudian sholat ashar. Karna tidak menemukan mushola dan masjidnya cukup jauh dari lokasi kita sekarang, maka kami putuskan untuk sholat di tempat yang cukup sepi dan bersih. Wah hari ini sangat melelahkan, tapi seru abis. Aku dan Ara tidur sepanjang perjalanan pulang, untungnya kami sampai rumah tepat waktu, karna aku ada jadwal untuk twitalk di @brightbride_id :)



Pengajian abal-abal :p

Cemilan 

Keuangan Remaja

Halo semuanya, udah lama nih enes nggak nulis artikel >.< Anyway, aku mau ngucapin selamat buat temen-temen yang udah lulus SMA, yeay! Maaf ya telat ngucapinnya men temen. Anyway lagi, Congratz that you show us that you can beat that damn difficult UN, you should be able to tackle other difficulties then, hohoho.

Anyway, because y'all gonna enter a new and more challenging phase in your life, which is going to the university and most of you will live by yourself, so I decided to share how to manage your own finances :)

Mengatur keuangan bukanlah perkara yang mudah, terutama bagi remaja. Entah sudah berapa banyak saya mendapat keluhan dari teman-teman remaja bahwa mereka sering tidak bisa menabung, boro-boro menabung, uang saku saja sering kurang, bahkan sebelum akhir bulan sudah habis. Mungkin itu juga penyebab para orang tua memberikan jatah uang saku kepada anaknya dalam periode mingguan bahkan harian. Padahal, ketika anak memasuki masa SMP, lebih baik untuk mereka mendapat jatah uang saku secara bulanan, dengan catatan sudah dibekali cara-cara mengatur keuangan terlebih dahulu. Untuk temen-temen SMA yang udah mau kuliah, mau tidak mau temen-temen sudah harus bisa mengatur keuangan sendiri agar tidak kelabakan. 

1. Buatlah rekening temen-temen sendiri

Temen-temen yang belum punya rekening sendiri, saya sarankan untuk segera buat. Sedangkan untuk yang sudah punya, tapi cuman dianggurin begitu aja, sekaranglah saatnya untuk temen-temen memaksimalkan akun rekening tersebut.

Belajarlah untuk membiasakan diri menabung, masukkan tabungan ke dalam rekening dan jangan di utak-atik. Ada baiknya rekening untuk uang saku dan untuk tabungan dipisah agar tidak tercampur dan membingungkan. Jumlah tabungan minimal 10-20% dari total uang saku, usahakan jangan kurang, dan menabunglah secara disiplin. Bisa juga mencoba metode double digit, tabungan sekarang harus dua kali dari tabungan kemarin, tabungan bulan depan harus dua kali tabungan bulan ini. Contohnya, jika bulan ini anda menabung Rp 10,000, maka bulan depan anda harus menabung Rp 20,000, dst. ketika sudah mencapai batas maksimal yang bisa teman-teman tabung, maka kembali lagi ke tabungan terendah.

Dulu ada teman saya yang menabung dengan cara seperti ini, dan hasilnya, beliau bisa berkorban 1 ekor kambing untuk idul Adha, dari yang tadinya hanya menyumbang beberapa ratus ribu saja. Cara ini boleh dicoba, tapi tetap dengan syarat, konsisten dan disiplin.

2. Uang saku bulanan

Mintalah kepada orang tua untuk diberikan jatah uang saku secara bulanan, atau untuk yang sudah kuliah usahakan semua pengeluaran bulanan di handle sendiri. Mengapa begitu? Karena dengan memiliki jatah bulanan, kita bisa melakukan budgeting dengan lebih baik. Dengan menerima uang saku bulanan, memudahkan kita untuk mengatur pos-pos pengeluaran.

Untuk yang sudah kuliah, please take note of this, do not ever beg your parents for money! Kalau pulang ke rumah, please, kabar baik aja yang dibawa, ke rumah ya cuman untuk kangen-kangenan sama orang tua. Sadarilah bahwa orang tua kita sudah punya cukup banyak hal yang dipikirkan tanpa perlu kita tambah dengan masalah keuangan kita.

Terus gimana dong kalau uangnya kurang? Ada dua saran saya disini, pertama, list pengeluaran temen-temen selama sebulan, serinci mungkin ya, sampai uang parkir atau jajan cimol juga dimasukin :) Dari list tersebut, teman-teman bisa memberikan proposal ke orang tua, berapa sebenarnya yang dibutuhkan selama sebulan. Ini yang sudah saya lakukan sejak pertama kali datang ke Singapura. Setiap ada perubahan pengeluaran saya selalu laporkan kepada pimpinan funders (a.k.a bapak hehehe).

Atau temen-temen bisa coba cara kedua, KERJA. Yups, ambil kerja part-time atau berdagang. Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari bekerja, pertama, temen-temen pasti akan lebih menghargai uang. Dengan bekerja kita juga jadi bisa mengatur waktu, belajar berinteraksi dengan banyak orang, dan yang paling penting menurut saya adalah momen-momen ketika kita memberikan uang hasil kerja ke orangtua.

Saya masih ingat lebaran kemarin, ketika dollar sedang naik, uang saya dan adik hanya cukup untuk membayar kos-kosan. Bapak sudah menawarkan untuk menukar dollar lagi, namun saya menolak dengan alasan lebih baik menunggu saat dollar turun. Untungnya saat itu saya sedang libur, sehingga jatah transportasi ke kampus jadi berkurang, dan saya punya banyak waktu untuk kerja part-time. Saya kerja hampir tiap hari, dan Alhamdulillah cukup untuk membiayai saya dan adik sampai dollar turun :) Plus, saya bisa memberikan uang hasil kerja ke ibu, saya masih ingat momen-momen ibu membuka boneka celengan kodok yang ternyata berisi uang, momen yang tak tergantikan.

3. Jangan gunakan kartu kredit

Saat kita sudah hidup sendiri, biasanya kita akan mendapatkan kartu kredit, entah itu satu paket dengan rekening tabungan kita, atau kartu kredit yang diberikan oleh orang tua. Saran saya, sebisa mungkin jangan digunakan. Jika terpaksa menggunakan kartu kredit, usahakan jumlah yang anda pinjam dapat dilunasi di akhir bulan, sehingga tidak temen-temen tidak perlu membayar bunga dari bank. Kartu kredit juga boleh digunakan untuk membeli barang-barang dagangan, dengan catatan keuntungan melebihi bunga bank atau biaya yang dikenakan oleh bank.

4. Berikan hadiah untuk dirimu

Saya paham awalnya memang susah untuk menerapkan pengaturan keuangan, tapi nanti lama-lama terbiasa kok :) Ditambah lagi, dengan mahir mengatur keuangan, insyaa Allah akan memudahkan hidup kita. Untuk menyemangati diri sendiri, ada baiknya temen-temen memberi hadiah untuk diri sendiri. Misalkan temen-temen bisa menjaga pengeluaran sesuai budget atau malah dibawah budget, maka temen-temen boleh beli satu barang yang diinginkan. Pengeluaran untuk hadiah bisa diambil dari uang tabungan atau profit dari berdagang, tapi ingat, hadiahnya harus on budget juga, jangan terlalu mahal.

Sekian tips dari saya, selamat menempuh hidup baru kawan :D