Sunday, September 23, 2012

Yang Kung's Birthday part 2

     Before I start this story, I wanna apologize first :)) Because of my busy schedule, now, I only can post on Sunday. So, don't go anywhere on Sunday and wait for my posting ^^

     Okay, our schedule today's shopping. First, we went to Ada Baru (supermarket) to print the photo and buy some ingredients we'll need to make a tumpeng and not to forget, birthday candle! After we finish shopping in Ada Baru, we went to traditional market, which is not too far from here.
     I don't really like to go to traditional market, because it's muddy and stinky, but, if we want to get the cheap(est) price, we need to go there. So, here we are, finding the right shop to buy chicken meat. We find that it's difficult to bargain the price, because we don't know what is the actual price before lebaran.
     Because in this traditional market they use Javanese, sometimes it makes our 'chef' confuse, and we need to call our parents to ask whether it's the right thing or not. After spending 2 hours looking for all the ingredients, we feel tired. But, we still need to find banana leafs and kepok banana. Until finally we give up and just go home straight away.
     When we reached my house, my dad was standing in front of the gate, and without any basa-basi my dad told us...
     "Hachi is gone! Find him, hurry!"
     Gosh, at that time I really confused, what I can do just finding him in kampung behind our house, and came back home without him. A few minutes later, my dad is the only person who still worry about him, hahaha, while we are chatting with each other or reading comics.
     Until sun has not appeared any more, we still haven't done any job. By the way, I'm really happy that finally I can spend one night with my cousins :)) because they are all staying at my house! yeay. Around 8 we started to cut the onions, carrots, and others. Then, we the perkedel. The last job is mengungkep the chicken meat. It takes the longest time, we need to wait till over midnight for this. Mbak Tyani and Ara have gone to their dream, left mbak Nurza, mbak Tya and me alone.
     When we came to our bedroom, we found that they (mbak Tyani and Ara) slept in a completely wrong position. We need to spend our night in a suffer :p just kidding, actually we went to a really really deep sleep, hehe.

Friday, September 14, 2012

Just share

     "I remember I was accompanying a group of teacher and headmaster from Indonesia. In Indonesia, government always spending their money to send teachers to have a training in Singapore. So I was guiding them to NTU. In the end of the event, some of my friend which is work in NTU asked me, ' are they really a teacher and headmaster?' 'I guess so,' 'here.. here... look what they do.' They were STEALING a teabag! Gosh.... They put all the thing inside their bag"

That was what my lecturer said in one of my class. What an embarrassing fact of my country. Is that really what our culture is? Are you teachers not ashamed of yourself? You told us every minutes to behave wherever you are in school, but outside the school... ugh!

Another story about this is when my father went for Hajj. He said that 'in Mecca a lot of people like to give something as an alms to other people. Even if it's just a dates, water, tea, everything. And if you want to know what are the things given by them, just go to the Indonesian people, see what they have in their room or bag, there are many alms they get from different people.' ugh!

"That's is the culture in Indonesia, but it wasn't like this in 10 or 20 years ago." said my lecturer.

So, why do we change? Ask yourself, and decide what will you behave tomorrow.

Monday, September 10, 2012

Yang Kung's birthday part 1

       Before I start my story, I wanna say sorry for the long absence of my posting. It's simply because i'm not in the mood lately. I'm very sorry.
       Today, I want to tell you about my Grandpa's birthday party. Since it's just 5 days after Hari Raya, my nephews are still staying in Salatiga. So, we (me and my nephews) decided to make a tumpeng for my Grandpa. The idea come up when we finally met (after I'm cured from chicken pox) and went to Arrowhead to see Ara and Elan did their riding horse lesson. After Ara and Elan finished their lesson, we went to a Steak House and start discussing about this matter (mostly is about the gift).
      Then, here we are, inside Marvel and start choosing and debating about what will be the best for our grandpa. After a long discussion *cieilah*, finally we choose a cute photo frame with a bianglala-shape. Our next project is to edit the photo of all the grandchild (because there are 15 grandchild and it's only 12 photo frame inside).
      While we were waiting mbak Tyani edits the photo, mbak Nurza and I were playing with Hachi (do you still remember him? :D), he's growing bigger and bigger now. We did a pedicure and menicure for Hachi. Finish with Hachi, we are going back to my room. Mbak Nurza start finding something to do, first she played with my violin, then change into guitar, and finally she's making over Ara using my set of make up.
     Mbak Tyani almost done with editing, and we are still busy with this make over thing :D in the end of the day we finish it with taking a pict of Ara in her new look :))
     Actually we want to print the photo today, but because of the laziness (hehe) we postpone it till tomorrow, I'm sure that tomorrow we'll be very busy.


Sunday, August 5, 2012

Iran : Istana terkecil dan dongeng


Day 2...

4.00
     Pintu kamarku diketuk, bude sudah membangunkanku untuk solat subuh, seperti yang beliau janjikan kemarin :) Segera saja aku mengambil air wudhu dan sholat, untuk kemudian tidur lagi, hehe. Maklumi, aku masih belum bisa menyesuaikan diri dengan jadwal disini.

8.00
     Akhirnya aku bangun untuk yang kedua kalinya, dan lagi-lagi karena dibangunkan bude (sudahlah siang bangunnya, dibangunin lagi, dasar kebo :p hehe). Kemudian aku ditawari sarapan ala iran. Yang dihidangkan pertama kali adalah roti dengan dua jenis, yang tebal dan yang tipis. Untuk yang tebal, rasanya sangat hambar, sedangkan yang tipis alot dan.... hambar juga -_- Demi mengurangi rasa hambarnya, aku menambahkan butter sebagai selainya, namun ternyata itu hanya menambah tidak karuan rasa yang tersajikan T.T Di samping dua jenis roti yang kusebutkan tadi, aku masih disuguhi dengan dua jenis minuman : teh dan susu (dan ternyata harus kuhabiskan dua-duanya :o bisa kau bayangkan bagaimana kenyangnya aku? :|)

9.00
     Selesai makan, mandi, dsb. kami memulai perjalanan ke istana terkecil di iran
     Di perjalanan aku dikejutkan dengan model taxinya iran yang PBB (diPake Bareng Bareng) kayak angkot. Bukan hal yang sangat mengejutkan sih, namun aku sedang membayangkan saja diriku tergencet diantara orang-orang Iran yang berbadan besar begitu :O Bisa-bisa aku pulang ke Indonesia tinggal kentut entar :p Selidik punya selidik, ternyata di Iran ada dua jenis taxi, yang seperti angkot itu namanya *lupa* kalau yang taxi normal namanya darbah atau darbas (whatever, itulah pokoknya). Kembali ke istana, istana yang kami kunjungi ini bernama *lupa* dan berdiri ketika dinasti qajar berkuasa. Meskipun istana terkecil, namun istana ini berhasil membuatku kecapekan dan ngos-ngosan, dan menakjubkannya istana ini hanya digunakan untuk menjamu tamu, ckck. BOROS tau nggak :p
     Istana ini ber-ornament rumit bergaya Eropa bercampur Iran (Kala itu raja Iran sedang  menjadi 'bonekan'ya Eropa). Hiasan marmer dan gading akan sangat mudah dijumpai di Istana ini. Entah mengapa, sepertinya raja Iran memiliki obsesi khusus terhadap gading, hmmm... mereka tidak tahu itu namanya melanggar HAH (Hak Asasi Hewan) :p

13.00
     Waktunya makan siang, tapi sebelumnya kami mau solat dulu agar makannya tidak tergesa-gesa dan sudah tenang karna terbebas dari kewajiban :) Di masjid, aku mencoba memakai mukena ala Iran, hanya selembar kain putih bermotif bunga, bentuknya lebih seperti sprei kalo menurutku, heheee (ssst jangan bilang-bilang yah) 
     Sambil menunggu azan, aku didongengi bude tentang perpecahan kaum islam setelah wafatnya Nabi saw. Beberapa umat islam mempercayai bahwa sayidina ali bin abi thalib sebagai pewaris nabi saw yang sah, sedangkan sebagian lainnya menginginkan adanya demokrasi dan mengangkat Abu bakar as-shidiq sebagai khalifah. Kelompok abu bakar inilah yang kita kenal sebagai kaum sunni dan kelompok Ali adalah kelompok syiah.
     Sayyidinah Ali kemudian wafat karena diracun. Digantikan anaknya, Imam Hasan yang kemudian wafat karena diracun juga. Digantikan lagi oleh adiknya, Imam Husein yang wafat dengan kepala terpenggal di tanah karbala – rasulullah yang telah diberitahu tentang hal ini oleh malaikat jibril. Sehingga, jauh sebelum kejadian ini Beliau memberikan segenggam tanah karbala kepada Ummu Saidah, istri beliau yang diperkirakan berumur panjang, dengan pesan ‘apabila tanah tersebut berubah menjadi darah, itu artinya Husein telah terbunuh. Dan konon kabarnya, ketika Husein terbunuh, tanah tersebut benar-benar berubah menjadi darah. Hingga sekarang, tanah karbala adalah tanah yang dianggap suci. – tampuk kepemimpinan pun terus bergulir, semua Imam berakhir tragis, terbunuh oleh racun. Hingga sampailah pada pemimpin ke 12, Karena pemimpin ke 12 – imam mahdi – gaib (seperti nabi Isa as yang diangkat Allah swt ke langit). Dari cerita-cerita bude tadi,  yang cukup mengagetkanku adalah cerita tentang nabi Khidzir dan nabi Ilyas yang ternyata juga gaib keberadaannya. Di perkirakan beliau-beliau tersebut masih hidup di bumi ini, bahkan salah satunya di dasar laut. WOW.
14.30
     Setelah berputar-putar, kami memutuskan untuk makan pizza khas Iran. Sambil menunggu pizza dihidangkan, aku bertanya-tanya ke bude seputar nikah mut'ah. Karena beberapa hari yang lalu aku membaca artikel tentang nikah mut'ah, dan itu berkonotasi negatif. Ketika aku bertanya tentang itu, bude langsung mengambil mimik wajah serius dan menjelaskan bahwa nika mut'ah biasa di gunakan sebagai nikah jenjang awal. Biasanya yang melakukan adalah mahasiswa yang belum berpenghasilan, karena di dalam nikah permanen, terdapat perjanjian bahwa sang suami harus menafkahi istrinya. Roughly sih begitu. Namun akhirnya banyak yang menyalah gunakan untuk bersenang-senang dengan bergonta-ganti pasangan, naudzubillahimindzalik.
16.00
     Kenyang sekali :3 sampai-sampai pizzanya masih harus dibungkus untuk dibawa pulang. Kami akan pulang menggunakan 'mrt' nya Iran, benar-benar perjalanan yang melelahkan dan menyenangkan :)





Saturday, August 4, 2012

My Chickenpox progress..

Day 1 (3 August 2012)...
     Today, I found a tiny red benjolan, I thought it was caused by a mosquito bite. I told my mother, and we agree to wait for one more day to decide what is that.

Day 2 ..
     There is two more benjolan, I was starting to worry.  But, I felt a little bit tired and  fell a sleep --without even bothering about that benjolan-- till afternoon. After I woke up, I found another two on my neck! That's enough to decide that I was infected by chickenpox. That really make me down. Because it is my HOLIDAY, and 2 more weeks is lebaran, where all my big family will come to Salatiga.
     After we pray maghrib, my parents took me to a clinic. It's brought me to a long long time ago, when I was in elementary school. It has the same atmosphere, the same place, but not the same age ;DD
     The doctor told me I need to rest for two weeks if it's getting worst, but he also said that it shouldn't be bad, because I was given the vaccine when I was child.
     I was really shocked, because that means I cannot do a pajamas party with my friend, bukber bilingual class, and others. I cannot do anything except crying and praying (and use a lot of tissues :p). I hate it but I cannot refuse it. Arrgghh, it drives me nuts ..

Day 3 ..
     Suddenly I'm thinking about making a table that arrange all the things I must do in one days. And this is it, I wrote: 8 glass of water, 1 bottle vitamin C, 2 glass of milk, drugs 3x and 2x, salep 4x, and finally the number of benjolan. And under the table I wrote "GANBATTE 1 MINGGU SEMBUH"
     I was shocked in the end of the day, when I count all the benjolan. Suddenly it spreads out into 19. O-ow, calm down, calm down :-/

Day 4..
     When I woke up this day, I felt bad. Because of this chicken pox I always been in an 'unstable' condition, sometimes I caught a cold (usually in the early morning and night).
     I always feel pain when I'm eating, because the chicken pox has 'attacked' my throat. That's terrible. And the worst news is the benjolan has became uncountable now, maybe around 40 or 50 and that's really disgusting. I even don't want to see myself on a mirror.

Day 5..
      I feel worse today -_- and I have decided for not fasting. So, here I am, continuing sleeping instead of eating sahur and got up again by 8 or 9. Because of the chicken pox in my throat also getting worse, I cannot eat properly anymore, I need to drink pediasure to change the food.
     And today, when I really really need to take a rest, I can't. Because the pain just don't let me to -_- that's awful. Even when I can have a rest for 1 hour only, that's not a good sleep T-T
     After taraweh my grand parents come and insist to see me. They comfort me with a story about this illness in the past. LOL.
     Time to sleep... and I can't. It's worse then the pain in the afternoon. Argh, and it 'attacks' my back. Just like many needles prick me in one time. I really panic because of that, I tried a lot of way, salep, bedak, until asking my mom to rub my back, but it doesn't work. On the contrary, it causes one benjolan to be 'crashed'. Until sahur I still can't sleep, but because I'm really tired, I don't care about my pain anymore and just sleep. Lucky, I can. And that's a pretty good sleep, fufufu.

Day 6..

Thursday, August 2, 2012

Birthday Incident

2 August, 2012
     And I am turning into 16 now :) Alhamdulillah, Allah still give me a beautiful life until now. Even though, this evening I messed up my plan, about going to Indonesia on my birthday. Because, I found out that I haven't booked my plane yet. At the first time, I really hope that it's not true, I'm trying to calm down even though I'm really panic to death at that time.
     And that's true. I haven't booked it. How could I've been so stupid for not checking my email. How could I.... messed my birthday. I'm start crying, because it's so silly. My mom tries to help me looking for another ticket for me to go tomorrow. I know, even if I cried will not change the fact that I have done something stupid. It just won't stop, the tears keep flowing down.
     The ticket is really expensive for going directly to Jogja. To make it cheaper, instead of going directly to jogja, I will go to Jakarta first for transit and then going to Semarang. It's sad to spend so much money just because I did something silly, but I need to accept it anyway. When my mom almost done with the first ticket, I found out that the ticket on 13 august is even cheaper than tomorrow's ticket.
     I become really galau (confuse-red) for just deciding which date I will back to Indonesia. The opportunity cost for going back tomorrow is I will loose all the activity in Singapore, bukber Imas, discussion with Hatta Rajasa, and the concert in embassy, I'll loose it all. But on the other side, I don't really think those activities are better than in Indonesia. Arrghh this is really driving me crazy. I try to write out all the good and bad side for both options. And I still cannot decide it.
     Finally, after a few minutes doing the argument with myself, I choose to ask for Allah's help, because Allah surely knows everything that will happen to us in the future. So, I did sholat istikharah, that is a kind of praying when you are confuse about deciding something.
     After I pray, I feel that going back to Indonesia tomorrow will be better, even though I still doubt it, because it's seems that the activities in Singapore are more 'attractive'. After my mom takes the quick action (booking the ticket :p) I don't have anything to complaint anymore, because the decision has been made.
     Because of this incident, I cannot sleep at all, because if I choose to sleep i will not wake up on time for sure! Suddenly, I remember back then, when I was a child. Everytime I did a mistake, I couldn't fall asleep. I always thinking of the best way to take an advance from the incident, and that's make my brain forces to work, of course if my brain's working, I cannot sleep. The biggest mistake I've ever done in elementary school is deleting my sister's article (although I didn't do it purposely) consist of her life story which she wants make it into a novel. And do you know how many pages she has made? 100 something. And that's a really big deal for me to replace what I've done *sigh* finally I really became her baburela :p The second one was when I change my mom's phone language into Chinese. And I cannot fix it -_- what a pity curious girl. Luckily I have a great mother, she always be there when I couldn't sleep, she always gave me a courage (except fot today :p LOL) Mom, I LOVE YOU full LOL

Anyway, Happy birthday for me! :D hehe, anybody wants congratulate me?




Friday, July 27, 2012

Renungan : Sebuah Kebiasaan Buruk yang Tidak Kita Sadari


COPAS dari mbak @nurma yunita
-----------------------------------------------------------------
BACALAH .. RENUNGKAN .. & KOMENLAH SEPERLUNYA ...
-----------------------------------------------------------------
Kemarin jam 16:31 ·
============
Beberapa tahun silam, saya menemukan di sebuah milis posting menarik dan menggugah bertajuk “Bocah Misterius”. Bocah itu menjadi pembicaraan, di kampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir, keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan ke sana ke mari, sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es, yang melekat di plastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa, bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Tapi ini justru terjadi di tengah hari, pada bulan puasa. Bulan, ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging, tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong, mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu, menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya, ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan, akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap ba'da dzuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin, dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga.

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya, cuma ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman, dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tangannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya, dari orang-orang yang melihatnya.

"Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini ? Bukankah ini kepunyaan saya ?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus, ”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa ? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..

”Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua !! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa ?? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami ?? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis ??Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus ?? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?

”Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja. Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri ??Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami .. !!!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta ?? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih ?? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa, dan melupakan kami yang semestinya diingat ?? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa ??

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….

”Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya !! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di depan rumahnya pun mengaku, tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman. Bocah itu benar-benar misterius. Dan sekarang ia malah menghilang.

Luqman tidak mau main-main, segera ia putar langkah balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi.

Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat : "Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak". Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada di atas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada, dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.

Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu. Sekaligus pula menjelaskan hikmah, atas kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga, bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu, agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Jadi, apa yang akan anda lakukan saat lebaran nanti? pikirkan dengan baik dan...
Selamat menjalankan ibadah puasa :)