Pernahkah kalian merasakan pegal yang luar biasa saat pertama kali mencoba untuk melakukan suatu aktifitas olahraga baru. Saya merasakannya di saat pertama kali mencoba berkuda (atau setelah lama tidak berkuda). Sehabis berkuda, kaki saya susah di tekuk dan rasanya sakit untuk digerakkan. Normalnya, jika begitu seseorang akan lebih memilih untuk istirahat dan melanjutkan olahraga saat sudah tidak sakit lagi kakinya. Tapi tahukah kamu, ternyata kalau kita memilih untuk berhenti sejenak, maka akan terasa pegal lagi saat naik berikutnya. Cara yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa pegal adalah dengan terus melanjutkan berkuda hingga kaki menjadi terbiasa.
"Pegal-pegal" tersebut saya rasakan saat pertama kali melakukan meeting. Seperti yang saya ceritakan di artikel berikutnya, dua meeting saya berturut-turut bisa dibilang GATOT lah, atau gagal total. Disitu saya merasakan "pegal" luar biasa, ingin rasanya saya tidak ikut meeting, sehingga saya tidak perlu menyiapkan bahan-bahan yang memakan waktu lama (yang pastinya mengambil porsi besar waktu tidur saya :p). Tapi ternyata, pada hari Jum'at di minggu yang sama, saya diharuskan membuat presentasi lagi untuk meeting dengan CEO, hari Selasa minggu depan pun ada meeting yang lainnya lagi. Saya "dipaksa" untuk terus ber-"olahraga".
Apa yang terjadi pada meeting saya yang ketiga? Saya sudah mulai bisa luwes menyampaikan dan memainkan grafik-grafik serta mengolah berbagai data, tanpa bantuan dari mentor saya (karena harus berangkat sendirian, jadi apa daya... lagi-lagi saya "dipaksa" untuk mandiri, hehehe). Feedback yang saya dapatkan juga cukup bagus, bisalah buat bikin saya senyum seharian #eh.
Intinya, apapun aktifitas yang kamu kerjakan, pasti akan ada titik jenuh dimana kamu ingin menyerah saja. Capek, takut, enggan, berkumpul bersama menciptakan pegal-pegal yang luar biasa. Di saat itulah kamu harus lebih tough. Katakan pada dirimu, ini adalah fase yang memang harus kau jalani, hadapi dan menangkan! Gagal adalah di saat kamu memutuskan untuk menyerah. Selama kamu belum menyerah, maka masih ada kemungkinan untuk berhasil.
Semangat! Hidup terlalu singkat untuk mengeluh ;)
Showing posts with label sekilas cerita :). Show all posts
Showing posts with label sekilas cerita :). Show all posts
Saturday, February 21, 2015
Tuesday, February 17, 2015
Ah, tak apa
Banyak yang mengatakan aku aneh. Jangankan mereka, akupun merasa bahwa aku aneh, namun aku tak terlalu ambil pikir tentang itu. Toh aku nyaman.
Salah satu keanehan ku adalah, aku suka menganalisa diriku sendiri. Kapan aku merasa sedih, apa yang membuatku marah, kapan aku menangis, kenapa aku tertawa, dsb. Memang benar kalimat itu, tidak ada yang lebih mengetahui dirimu dibandingkan kamu.
Kejadian hari ini membuatku kembali ke 6 tahun silam, dimana aku menangis sesenggukan karena usahaku menjadi juara 2 dalam suatu lomba tak dihargai sama sekali. Yang ada dipikiran mahluk itu hanyalah juara 1. "Sekolah kita tak pantas menjadi juara 2," ujarnya. Huh, siapa dia, mengajariku pun tidak, beraninya dia mencelaku.
Setelahnya, memoriku berkelana menuju dua hari yang lalu. Aku tersenyum pahit, menahan butiran air mata yang siap jatuh kapan saja. Tubuhku bergetar, usahaku selama dua malam dihempaskan begitu saja, bagai mahakarya hina yang tak pantas dipertontonkan. Benar adanya,beberapa kebanyakan orang, tidak peduli seberapa besar usahamu, berapa malam kau habiskan tak tidur, berapa banyak buku dan artikel kau bolak-balik hanya untuk sebuah presentasi. Mereka tak peduli semua itu, yang mereka inginkan adalah hasil yang memuaskan. Inilah hidup. Pahit, namun harus kau jalani.
Hari ini, tiba-tiba aku sudah berdiri di pelukan sahabatku, menangis sejadi-jadinya. Entahlah, mungkin karena terlalu lelah aku tak lagi sanggup membendung air mataku. Genap sudah 3 malam aku tidur larut ditambah 1 malam tanpa tidur demi hari ini, demi sebuah presentasi yang bahkan tidak dilihat 1/5 nya. Presentasi yang membuahkan tatapan sinis mereka, mencibir setiap kesalahanku.
Ah, tak apa, terkadang kau butuh untuk menangis. Yang tidak boleh adalah ketika kau menangis dan kemudian menyerah. Perjalanan ini baru dimulai, kawan....
Salah satu keanehan ku adalah, aku suka menganalisa diriku sendiri. Kapan aku merasa sedih, apa yang membuatku marah, kapan aku menangis, kenapa aku tertawa, dsb. Memang benar kalimat itu, tidak ada yang lebih mengetahui dirimu dibandingkan kamu.
Kejadian hari ini membuatku kembali ke 6 tahun silam, dimana aku menangis sesenggukan karena usahaku menjadi juara 2 dalam suatu lomba tak dihargai sama sekali. Yang ada dipikiran mahluk itu hanyalah juara 1. "Sekolah kita tak pantas menjadi juara 2," ujarnya. Huh, siapa dia, mengajariku pun tidak, beraninya dia mencelaku.
Setelahnya, memoriku berkelana menuju dua hari yang lalu. Aku tersenyum pahit, menahan butiran air mata yang siap jatuh kapan saja. Tubuhku bergetar, usahaku selama dua malam dihempaskan begitu saja, bagai mahakarya hina yang tak pantas dipertontonkan. Benar adanya,
Hari ini, tiba-tiba aku sudah berdiri di pelukan sahabatku, menangis sejadi-jadinya. Entahlah, mungkin karena terlalu lelah aku tak lagi sanggup membendung air mataku. Genap sudah 3 malam aku tidur larut ditambah 1 malam tanpa tidur demi hari ini, demi sebuah presentasi yang bahkan tidak dilihat 1/5 nya. Presentasi yang membuahkan tatapan sinis mereka, mencibir setiap kesalahanku.
Ah, tak apa, terkadang kau butuh untuk menangis. Yang tidak boleh adalah ketika kau menangis dan kemudian menyerah. Perjalanan ini baru dimulai, kawan....
Thursday, September 18, 2014
The Beginning...
Sebenernya banyak banget hutang reportase yang harus aku tulis di blog ini, tapi apalah daya waktu tidak mencukupi, jadi kucicil mulai dari yang paling fresh aja ya (bisi lupa euy nanti hehehe).
Minggu lalu, tepat tanggal 11 September akhirnya aku pulang juga ke Indonesia. Yaah sebenernya baru beberapa bulan yang lalu aku juga balik ke Indonesia, tapi liburan yang kali ini super duper beda dan bikin aku gak sabar buat pulang ke Indonesia :)
Perbedaan liburan ini dari yang lainnya diawali dengan kesibukanku mempersiapakan launching komunitas the Bright Bride yang insyaa Allah akan diadakan pada tanggal 26 Oktober 2014 di Jakarta. Malam sebelum keberangkatanku, aku masih harus melakukan interview untuk calon panitia launching, selain itu aku juga harus menyelesaikan buku perdanaku sekaligus job dadakan dari temen buat bikin artikel. Aku pun sukses hanya tidur 3 jam, tidak hanya itu, berat badanku juga turun 2kg (ampun, tambah underweight T^T).
Paginya, setelah sholat Subuh aku langsung packing kilat, karena aku masih harus ke kampus buat kelas terakhir yang membahas kisi-kisi ujian. Sepanjang jalan ke kampus aku isi dengan tidur di bis, lumayan bisa buat tambah-tambah energi :D Untungnya hari ini hanya membahas kisi-kisi, jadi bisa pulang lebih awal. Langsung aja aku cabut naik kereta balik ke rumah, sampai rumah aku makan siang dulu, dan dilanjut dengan ngejar bis menuju ke bandara.
Perjalanan ke bandara bisa dibilang "full of luck". Kenapa begitu? Soalnya bis dan kereta yang aku naiki semua datang tepat waktu pake banget! Jadi benar-benar memangkas waktu menunggu, dan aku bisa sampai di bandara tepat waktu. Udah begitu, waktu aku nimbang bagasi, berat koperku pas banget 14.5 kg dari jatah 15kg yang aku punya! Yippie! Aku paling suka kalau nggak bermasalah dengan berat bagasi, haha, bahagia itu sederhana.
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang, sampailah juga aku di Jakarta. Yups! Liburan kali ini lain dari yang lain, pesawatku nggak mendarat di bandara Ahmad Yani Semarang, melainkan di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Ngapain sih aku ke Jakarta? Jadi begini ceritanya temen-temen (tsaaah!) selama seminggu (lebih) aku bakalan nggak menginjakkan kaki di Salatiga, melainkan menclak-menclok di Jakarta, Bandung dan Depok, kemudian (kalau jadi) akan singgah juga di Yogyakarta, Solo dan Semarang ;) Bisa dikatakan jadwal liburan kali ini cukup padat, tapi aku punya firasat bahwa liburan kali ini bakal luar biasa (atau luar binasa? Hahaha).
Sampai di Jakarta aku dan ibu langsung menuju pal merah buat meeting tentang sesuatu hal (masih rahasia :p). Tadinya, selesai meeting aku mau langsung menuju Buperta Cibubur buat bantu-bantu acara IMMF (International Music Mission Festival) besok, tapi demi keselamatan dunia akhirat, aku memilih untuk tidur di tempat om Agus di Depok. Alasannya simpel sih, aku nanti bakal ke rumah om Agus habis dari Bandung, jadi minimal aku harus tahu jalan-jalannya gitu deh.
Dan ternyata pilihan menginap di rumah om Agus adalah pilihan terbaik men! Karena jalan buat masuk ke rumah om Agus cukup panjang, ribet, dan berlika-liku, yaah nggak kalah lah sama perjalanan cintaku (eaaa!) jadi, bisa dipastikan saya yang buta arah ini bakal super nyasar kalau belum pernah kesini sebelumnya.
Hari pertama liburanku berhenti sampai disini. Waktunya merebahkan badan yang sudah remuk redam, dalam hitungan detik pun aku sudah terlelap, tenggelam dalam mimpi-mimpiku tanpa tahu akan seperti apa hari-hari yang menungguku.
Minggu lalu, tepat tanggal 11 September akhirnya aku pulang juga ke Indonesia. Yaah sebenernya baru beberapa bulan yang lalu aku juga balik ke Indonesia, tapi liburan yang kali ini super duper beda dan bikin aku gak sabar buat pulang ke Indonesia :)
Perbedaan liburan ini dari yang lainnya diawali dengan kesibukanku mempersiapakan launching komunitas the Bright Bride yang insyaa Allah akan diadakan pada tanggal 26 Oktober 2014 di Jakarta. Malam sebelum keberangkatanku, aku masih harus melakukan interview untuk calon panitia launching, selain itu aku juga harus menyelesaikan buku perdanaku sekaligus job dadakan dari temen buat bikin artikel. Aku pun sukses hanya tidur 3 jam, tidak hanya itu, berat badanku juga turun 2kg (ampun, tambah underweight T^T).
Paginya, setelah sholat Subuh aku langsung packing kilat, karena aku masih harus ke kampus buat kelas terakhir yang membahas kisi-kisi ujian. Sepanjang jalan ke kampus aku isi dengan tidur di bis, lumayan bisa buat tambah-tambah energi :D Untungnya hari ini hanya membahas kisi-kisi, jadi bisa pulang lebih awal. Langsung aja aku cabut naik kereta balik ke rumah, sampai rumah aku makan siang dulu, dan dilanjut dengan ngejar bis menuju ke bandara.
Perjalanan ke bandara bisa dibilang "full of luck". Kenapa begitu? Soalnya bis dan kereta yang aku naiki semua datang tepat waktu pake banget! Jadi benar-benar memangkas waktu menunggu, dan aku bisa sampai di bandara tepat waktu. Udah begitu, waktu aku nimbang bagasi, berat koperku pas banget 14.5 kg dari jatah 15kg yang aku punya! Yippie! Aku paling suka kalau nggak bermasalah dengan berat bagasi, haha, bahagia itu sederhana.
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang, sampailah juga aku di Jakarta. Yups! Liburan kali ini lain dari yang lain, pesawatku nggak mendarat di bandara Ahmad Yani Semarang, melainkan di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Ngapain sih aku ke Jakarta? Jadi begini ceritanya temen-temen (tsaaah!) selama seminggu (lebih) aku bakalan nggak menginjakkan kaki di Salatiga, melainkan menclak-menclok di Jakarta, Bandung dan Depok, kemudian (kalau jadi) akan singgah juga di Yogyakarta, Solo dan Semarang ;) Bisa dikatakan jadwal liburan kali ini cukup padat, tapi aku punya firasat bahwa liburan kali ini bakal luar biasa (atau luar binasa? Hahaha).
Sampai di Jakarta aku dan ibu langsung menuju pal merah buat meeting tentang sesuatu hal (masih rahasia :p). Tadinya, selesai meeting aku mau langsung menuju Buperta Cibubur buat bantu-bantu acara IMMF (International Music Mission Festival) besok, tapi demi keselamatan dunia akhirat, aku memilih untuk tidur di tempat om Agus di Depok. Alasannya simpel sih, aku nanti bakal ke rumah om Agus habis dari Bandung, jadi minimal aku harus tahu jalan-jalannya gitu deh.
Dan ternyata pilihan menginap di rumah om Agus adalah pilihan terbaik men! Karena jalan buat masuk ke rumah om Agus cukup panjang, ribet, dan berlika-liku, yaah nggak kalah lah sama perjalanan cintaku (eaaa!) jadi, bisa dipastikan saya yang buta arah ini bakal super nyasar kalau belum pernah kesini sebelumnya.
Hari pertama liburanku berhenti sampai disini. Waktunya merebahkan badan yang sudah remuk redam, dalam hitungan detik pun aku sudah terlelap, tenggelam dalam mimpi-mimpiku tanpa tahu akan seperti apa hari-hari yang menungguku.
Tuesday, September 2, 2014
Delapan Belas Tahun Satu Bulan
Hari ini, tepat sebulan setelah ulang tahunku yang ke-18. Ulang tahun kali ini sedikit berbeda dari biasanya, tidak ada traktir mentraktir, aku juga tidak mengharapkan kejutan ulang tahun (meskipun bapak dan ibu tetap membelikan pudding ulang tahun, oh~ how sweet), semua berjalan normal saja. Meskipun tahun ini aku suka menyinggung-nyinggung bahwa 2 Agustus adalah ulang tahunku, tapi aku tidak ada rasa ingin untuk membuatnya menjadi meriah, everything's just normal. Di hari itu aku jalan-jalan sama mbak Tia (sepupuku) dan malamnya pergi makan dengan kak Ika dan Rya (dua sahabatku di Salatiga). Umumnya, jika hal ini terjadi di ulang tahunku sebelumnya, bisa dipastikan aku bakal nangis jengkel kecewa, karena ulang tahun yang tidak sesuai harapan. Tapi tahun ini lain, aku senang-senang aja tuh :D
Berbeda dengan tahun kemarin yang super-sweet, sesuai dengan namanya, "sweet seventeen." Tahun kemarin ada kejutan dari teman-temanku di Singapur. Tepat jam 12 malam tiba-tiba aku diculik dari apartemen dalam keadaan mata tertutup. Sampai di lantai bawah, ketika tutup mataku dibuka, ada temanku berdiri membawa pemantik kompor, dan berkata "selamat ulang tahun!" Dalam hati aku bingung sih, ngg... what am i supposed to do with this? Hahaha. Ternyata di belakangku sudah berdiri temanku yang lain memegang kue ulang tahun berbentuk hello kitty dengan lilin yang menyala, aww~ so sweet. Selesai meniup lilinya, tiba-tiba aku di angkat dan diceburkan ke dalam kolam berenang, hahaha.
Tidak hanya sampai disitu, beberapa hari setelahnya, saat aku pulang ke Indonesia, tiba-tiba aku mendapati rumah gelap gulita, kulihat ruang keluarga terdapat nyala temaram dari tumpeng ulang tahun :3 Aww~ belum lagi ditambah dengan aksi bom salju dari elan yang menaburkan sterofoam plus pita-pita dari lantai dua. Sweet seventeen is truly sweet :)) Tidak hanya teman dan keluargaku, bahkan aku mendapatkan hadiah juga dari pak RW dan pak RT berupa surat untuk apply KTP yang diantar ke rumah! SWEET!
![]() |
| Me, one year and one month ago |
Jika 17 tahun disebut sebagai sweet seventeen, kurasa ulang tahun ke 18 akan kunamai "welcome, to the real world, dear!" Di umurku yang ke-18 aku tidak lagi mengharapkan hal yang muluk-muluk, "mimpiku tetap besar, tapi kakiku menginjak tanah." Di tahun ini pertanyaannya bukan lagi, "apa yang mau kamu capai?" Tapi sudah bertambah menjadi, "apa saja yang sudah kamu capai?"
Dulu aku merasa sebagai seorang gadis remaja yang memiliki banyak ide, beberapa dari idenya cukup fantastis sih menurutku hahaha. Tapi, banyak dari hal tersebut yang tidak terealisasikan, and it just remain as an idea. Sedikit sedih sih, tapi aku tidak menyesal, dari situ aku belajar untuk tetap memiliki banyak ide, catat setiap ide tersebut, namun jangan kau umbar terlalu banyak. Pilih satu atau dua yang akan fokus kau kerjakan dalam setahun atau dua, diskusikan dengan teman yang bisa kau percaya, baru setelahnya silahkan kau ceritakan. Share sebanyak-banyaknya tentang kegiatan yang kau lakukan tersebut, agar bisa mendapat masukan atau kritikan ;)) It works for me!
Di umurku yang ke-18, setidaknya ada tiga hal yang sudah kurealisasikan, keinginanku untuk membangun The Bright Bride community, keinginanku untuk menulis buku (yang sudah lama kuabaikan), dan menjadi pembicara tunggal di Seminar. Aku yang biasanya hanya menulis artikel lepas, kini mulai belajar menulis buku yang ternyata tidak mudah dan cukup menguras tenaga dan pikiran hehe. Begitu pula dengan menjadi pembicara tunggal, aku yang biasanya hanya berbicara di panggung paling lama 15-30 menit, kini harus mengisi satu setengah jam full! (untungnya sesi tanya jawab dibantu ibu hehe). Tapi benar-benar pengalaman yang super seru!
Oh iya, kuliahku juga akan selesai dalam beberapa bulan lagi, dan tahun depan, insyaa Allah, aku sudah akan menyandang gelar sarjana (yeayy). Sedikit demi sedikit aku mulai menapaki tangga menuju cita-citaku, tentu saja hal tersebut tidak akan terwujud tanpa bantuan dari teman-teman dan terutama, keluargaku. Akhirnya, aku bisa juga menjadi ujung donat di keluargaku (kapan-kapan kita bahas tentang ini ya) dengan projek-projek yang kukerjakan :)
Terimakasih teman lima sekawan dengan mastermindnya, terimakasih para bright brides yang semangatnya luar biasa, terimakasih bapak, ibu, ara, dan elan yang udah jadi temen diskusi sepanjang masa, terimakasih banyak juga buat teman-teman diskusiku yang saking banyaknya gak bisa disebutin satu-satu, terimakasih banyak semuanya yang sudah hadir dalam kehidupanku (tsaaah)! doakan Enes bisa terus berkarya ya! Oh iya, yang mau kepo tentang the Bright Bride bisa cek disini
![]() |
| Me-Mom-and the Cake |
![]() |
| Seminar the Bright Bride di Padang |
Singapura, 2 September 2014
Enes Kusuma
18 tahun 1 bulan
Sunday, July 6, 2014
Perak Day 1 - Ep 1
Mumpung masih anget nih, saya mau bikin reportase versi artikel tentang PERAK 2014. Sedikit perkenalan, PERAK adalah singkatan dari PEsantren RAmadhan Keluarga, acara ini diselenggarakan oleh A Home Team dan IRMAS (ikatan remaja masjid) Ngaru-Aru. Pesantren Ramadhan ini diadakan salah satunya dalam rangka menyambut hadirnya (kembali) Jari Qur'an yang sempat vacuum beberapa saat.
Oke, langsung ke ceritanya. Jam 8 di pagi hari jum'at nan sibuk, setelah saya berkutat dengan tugas accounting yang luar biasa ngebut, kami (saya dan keluarga) pun bersiap untuk menuju ke Selo, sebuah daerah di wilayah atas gunung Merapi yang jujur saya tidak ada bayangan (karena emang gak ngebayangin juga sih :p) sama sekali seperti apa keadaan disana.
Dengan semangat 45, kami bersama dengan si Caravell biru --andalan keluarga margosari-- meluncur menuju Selo. Sepanjang perjalanan yang kurang lebih memakan waktu satu jam, kami disuguhi dengan pemandangan yang menyegarkan mata. Pepohonan dimana-mana, angin sepoi-sepoi, jalan kelak-kelok khas gunung, dan yang paling saya suka adalah udara dingin yang sudah lama tidak saya rasakan selama berada di Singapura.
Akhirnya, kami sampai juga di Selo. Spanduk "Selamat Datang Peserta Pesantren Ramadhan" menyambut kami di jalan utama menuju ke penginapan. Sambil menunggu peserta yang lainnya, kami istirahat sebentar di Pendopo sambil --tetap-- foto-foto :D Kebetulan kami sampai berbarengan dengan keluarga t-rex, keluarganya om Hamidi dan tante Fadilla, (sebelum hadir di pesantren kami sudah "bertemu" dan saling kenalan di WA, jadinya sedikit banyak sudah saling tahu ke-khas-an keluarga masing-masing, hohoho) keluarga ini dijuluki keluarga t-rex karena anak-anaknya, duo Karim dan Ayyash yang sangat mencintai hewan purba karnivora tersebut.
Sebagai tuan rumah yang baik, saya akhirnya beralih peran dari peserta menjadi "gadis pengantar tamu" yang tugasnya mengantarkan tamu ke kamarnya masing-masing (dan semenjak ini, peran rangkap saya jadi peserta plus panitia pun dimulai). Untung saja para tamu rata-rata membawa mobil sendiri, karena lokasi kamarnya itu loh, nanjaknya masya Allah. Naiknya bikin ngos-ngosan banget, tapi kalau turun sih enak-enak aja, hahaha. Setelah selesai menjalankan tugas sebagai gadis pengantar tamu, saya dan Ara beralih tugas menjadi "gadis registrasi" yang tugasnya cukup simpel sih, hanya disuruh untuk menulis nama dan mendata yang sudah hadir.
Kebetulan saat itu saya sedang tidak puasa dan kebetulan lainnya, saat itu saya belum sarapan dan kelaparan. Akhirnya, naiklah saya ke kamar Ananda, di kamar itu ada rumah bu Jono, yang akan menyiapkan konsumsi selama acara Perak nanti. Dan saya pun naik dengan harapan akan menemukan sepiring nasi. Tapi, sesampainya saya disana, saya hanya mendapati meja makan yang kosong dan sekaleng kerupuk *nelen kaleng* Karena kelaparan, saya pun memakan beberapa buah karak untuk mengganjal perut yang mulai dangdutan.
Saat saya turun ke pendopo, ternyata meja registrasi sudah sangat penuh dan yang datang juga mulai banyak. Anak-anak mulai bermain, orang tua mulai saling berkenalan, dan suasana seru mulai muncul di dalam acara ini. Tidak berapa lama kemudian, Salma dan Nabila sudah sampai di Selo. Pekerjaan sebagai gadis registrasi pun saya pindah tangankan ke panitia yang sebenarnya. Alhamdulillah, Salma dan Nabila datang dengan kabar gembira untuk saya, bukan.. bukan manggis sekarang ada ekstraknya :p Mereka datang dengan membawa banyak pop mie dan roti. Surga dunia~ dan perut saya pun berhenti dangdutan.
Selesai menyeruput pop mie yang menyelamatkan jiwa dan ragaku, aku, Ara, Salma, Nabila, tante Ade, tante Aan, om Reza, dan segenap crew lainnya. memutuskan untuk menjelajahi medan. Berbekal kamera milik mas Fattah yang kugondol secara sepihak (:p) kami pun ber-hunting foto ria. Berbagai macam benda dijadikan objek foto, mulai dari bunga, pemandangan, rumah penduduk yang unik, sampai laba-laba pun kami jadikan objek foto. Obrolan ringan dan canda tawa menghiasi acara jalan-jalan kita saat itu. Suasana yang tadinya kaku lama kelamaan mulai mencair seiring dengan berjalannya waktu.
to be continued....
Reportase perak 2014 - Day 2
Reportase #perak2014 day 2. Simak ya tweeps! ;))
Culture is a repeated action, sesuatu yg dilakukan berulang2 tanpa jenuh #perak2014
Keluarga harus memiliki value yg jelas, dan diterapkan di setiap kegiatan yg dilakukan #perak2014
Contoh bu Ari peach yang menetapkan membaca sebagai value keluarga #perak2014
Gimana sih kalau misalkan anak-anak mau baca buku level tinggi dg kalimat yg belibet, sdgkn ortunya bingung menjelaskan? #perak2014
Selanjutnya, gimana ya kalau anak candu utk dibacakan buku sebelum tidur dan cenderung ga mau baca buku sendiri? #perak2014
Dibacakan sebelum tidur terkadang bisa memberikan lebih dr sekedar bacaan, itu bisa menjadi emotional bonding dg ortu #perak2014
Kalau mau, justru momen sebelum tidur itu sekalian untuk membentuk suasana di dalam keluarga #perak2014
Ketika anak bertanya tentang sesuatu yg agak "level tinggi", orang tua wajib memberikan jawaban #perak2014
Seberapa detil jawaban itu, tergantung dari kepercayaan masing2 ortu #perak2014
Perlu diingat bahwa situasi dimana anak memilih utk bertanya pada ortu terlebih dahulu adalah hal yg benar. Bersyukurlah :D #perak2014
Karena seharusnya ortu adalah sosok yang paling dipercayai anak, jangan sampai privilege itu jatuh kepada org lain #perak2014
Perlu diperhatikan model dr anak kita, apakah ia tipe yg rajin membaca, atau yg rajin dibacakan ;)) #perak2014
Tidak perlu tergesa-gesa dalam mendidik anak, nikmati saja setiap fasenya, sebelum fase itu berlalu #perak2014
Kumpulkanlah anak dg orang-orang yang kita inginkan sang anak kelak akan menjadi. "Wong kang sholeh kumpulono" #perak2014
Bagaimana sih agar anak gemar menambah kosakata bahasa asing? Bahasa inggris misalnya #perak2014
Sekali lagi, kenali tipe belajar anak. Kalau saya gemar membaca buku bahasa inggris, kalau @ara_moo sukanya musik dan film #perak2014
Awalnya @ara_moo kalau nonton film subtitlenya bahasa indonesia, lama kelamaan subtitlenya ganti jd bahasa inggris #perak2014
Kita harus menyadari jalan hidup masing2. Jalan hidup saya ya "menyibak jalan" untuk adik-adik. Gampang? Enggak, tp hrs dinikmati #perak2014
Ketika diskusi dg anak, bukan hanya ortu yg menyampaikan apa yg diinginkan, justru yg penting adl apa yg anak inginkan #perak2014
Life isn't just abt hw to pass the storm. It's about learning hw to dance in the rain #perak2014
Untuk yg hidup di kota metropolitan dan mempunyai tantangan dlm memisahkan ank dg mall dan gadget... #perak2014
Boleh nih ngikutin caranya bu Ade yg langsung nekad pindah ke salatiga yg notabene agak "tidak terlalu kota" huehehhee #perak2014
Di HS, anak belajar management waktu, mengetahui passion dan mengatasi kebosanan #perak2014
Anakmu bukan milikmu, ia milik jamannya. Biarkan ia tumbuh sesuai dg jamannya, bukan jamanmu #perak2014
Sekian ya reportasenya, nanti lagi. Enes mau bantuin persiapan buka puasa dulu ;)) #perak2014
Culture is a repeated action, sesuatu yg dilakukan berulang2 tanpa jenuh #perak2014
Keluarga harus memiliki value yg jelas, dan diterapkan di setiap kegiatan yg dilakukan #perak2014
Contoh bu Ari peach yang menetapkan membaca sebagai value keluarga #perak2014
Gimana sih kalau misalkan anak-anak mau baca buku level tinggi dg kalimat yg belibet, sdgkn ortunya bingung menjelaskan? #perak2014
Selanjutnya, gimana ya kalau anak candu utk dibacakan buku sebelum tidur dan cenderung ga mau baca buku sendiri? #perak2014
Dibacakan sebelum tidur terkadang bisa memberikan lebih dr sekedar bacaan, itu bisa menjadi emotional bonding dg ortu #perak2014
Kalau mau, justru momen sebelum tidur itu sekalian untuk membentuk suasana di dalam keluarga #perak2014
Ketika anak bertanya tentang sesuatu yg agak "level tinggi", orang tua wajib memberikan jawaban #perak2014
Seberapa detil jawaban itu, tergantung dari kepercayaan masing2 ortu #perak2014
Perlu diingat bahwa situasi dimana anak memilih utk bertanya pada ortu terlebih dahulu adalah hal yg benar. Bersyukurlah :D #perak2014
Karena seharusnya ortu adalah sosok yang paling dipercayai anak, jangan sampai privilege itu jatuh kepada org lain #perak2014
Perlu diperhatikan model dr anak kita, apakah ia tipe yg rajin membaca, atau yg rajin dibacakan ;)) #perak2014
Tidak perlu tergesa-gesa dalam mendidik anak, nikmati saja setiap fasenya, sebelum fase itu berlalu #perak2014
Kumpulkanlah anak dg orang-orang yang kita inginkan sang anak kelak akan menjadi. "Wong kang sholeh kumpulono" #perak2014
Bagaimana sih agar anak gemar menambah kosakata bahasa asing? Bahasa inggris misalnya #perak2014
Sekali lagi, kenali tipe belajar anak. Kalau saya gemar membaca buku bahasa inggris, kalau @ara_moo sukanya musik dan film #perak2014
Awalnya @ara_moo kalau nonton film subtitlenya bahasa indonesia, lama kelamaan subtitlenya ganti jd bahasa inggris #perak2014
Kita harus menyadari jalan hidup masing2. Jalan hidup saya ya "menyibak jalan" untuk adik-adik. Gampang? Enggak, tp hrs dinikmati #perak2014
Ketika diskusi dg anak, bukan hanya ortu yg menyampaikan apa yg diinginkan, justru yg penting adl apa yg anak inginkan #perak2014
![]() |
| "Dancing in the Rain" Photo taken by : Ara Kusuma Model : jelas saya lah :p hahahahha |
Untuk yg hidup di kota metropolitan dan mempunyai tantangan dlm memisahkan ank dg mall dan gadget... #perak2014
Boleh nih ngikutin caranya bu Ade yg langsung nekad pindah ke salatiga yg notabene agak "tidak terlalu kota" huehehhee #perak2014
Di HS, anak belajar management waktu, mengetahui passion dan mengatasi kebosanan #perak2014
Anakmu bukan milikmu, ia milik jamannya. Biarkan ia tumbuh sesuai dg jamannya, bukan jamanmu #perak2014
Sekian ya reportasenya, nanti lagi. Enes mau bantuin persiapan buka puasa dulu ;)) #perak2014
Perak 2014 - Reportase Day 1
Yang namanya jadi berbeda itu pasti ada aja yang "nyinyir", stay cool aja selama Allah dan Rasulnya tidak marah #perak2014
Tanggung jawab pendidikan anak ada pada orang tua, jangan pasrah, tutup mata gitu aja ke sekolahan #perak2014
Lagi ngikutin perak nih, perak singkatan dari pesantren ramadhan keluarga #perak2014
Penyakit yg sering menjangkiti kita adalah mental dibandingkan. Secara tidak langsung kita sering membandingkan diri dg org lain #perak2014
Kehadiran kita pasti punya manfaat, karena kita limited edition #perak2014
Kita harus mengetahui potensi diri terlebih dahulu sblm membantu org lain menggali potensinya, apalagi membantu anak kita #perak2014
Pahami diri sendiri, be yourself and be confident! Jangan bingung dg "kata orang" #perak2014
Mulai dari hal kecil yang bisa dilakukan, dan lakukanlah dg hebat! #perak2014
Eh tau gak cara bedain antara ibu HS dan yg bukan. Ibu HS biasanya bacaannya lebih banyak. Gaul ya #perak2014
Kenapa bisa begitu? Soalnya beliau2 memegang tanggung jawab utk pendidikan anaknya, bukan pasrah ke guru #perak2014
Contohnya bu @RirinNar yg jadi pinter renang, biola, piano, dll semenjak anaknya HS :)) proud of you tante #perak2014
Jika ingin tahu benar/tidaknya suatu pilihan, lihatlah apakah pilihan itu smakin mndekatkanmu pd Allah atau tdk, kl tdk ya ganti! #perak2014
Anak2 mungkin salah mengerti ucapan kita, tapi mereka tidak akan pernah salah meng-copy. Hati hati!! #perak2014
Kalau pengen tahu riwayat perkawinan, jejerka saja anak2 dari yg pertama sampai terakhir, ketahuan deh galau2nya
#perak2014
Maksimalkan ikhtiar! Karna hak kita adalah berusaha, biarkan Allah yang menentukan apa yg terbaik untuk kita :) #perak2014
Sadari keadaan sekitar, karena jika jalur kita menuju ke surga, bau-baunya pasti sudah tercium. Begitu juga dg jalan ke neraka #perak2014
HS atau schooling dua-duanya baik. Tinggal perhatikan suasananya, kl tdk mnyenangkan dan cenderung "panas", berarti ada yg salah #perak2014
Sering2 berkumpul dgn teman yg 1 semangat, 1 visi, istilahnya senasib sepenanggungan. Kenapa? Biar kita bisa saling menyemangati #perak2014
Panitia desa wisata selo mengaku kagum dg kemampuan keluarga2 #perak2014 yg bisa enjoy skeluarga, anak bermain, ortu diskusi, semua lancar
Sekian reportase #perak2014 on day 1 Tunggu reportase2 asik selanjutnya
Tanggung jawab pendidikan anak ada pada orang tua, jangan pasrah, tutup mata gitu aja ke sekolahan #perak2014
Lagi ngikutin perak nih, perak singkatan dari pesantren ramadhan keluarga #perak2014
Penyakit yg sering menjangkiti kita adalah mental dibandingkan. Secara tidak langsung kita sering membandingkan diri dg org lain #perak2014
Kehadiran kita pasti punya manfaat, karena kita limited edition #perak2014
Kita harus mengetahui potensi diri terlebih dahulu sblm membantu org lain menggali potensinya, apalagi membantu anak kita #perak2014
Pahami diri sendiri, be yourself and be confident! Jangan bingung dg "kata orang" #perak2014
Mulai dari hal kecil yang bisa dilakukan, dan lakukanlah dg hebat! #perak2014
Eh tau gak cara bedain antara ibu HS dan yg bukan. Ibu HS biasanya bacaannya lebih banyak. Gaul ya #perak2014
Kenapa bisa begitu? Soalnya beliau2 memegang tanggung jawab utk pendidikan anaknya, bukan pasrah ke guru #perak2014
Contohnya bu @RirinNar yg jadi pinter renang, biola, piano, dll semenjak anaknya HS :)) proud of you tante #perak2014
Jika ingin tahu benar/tidaknya suatu pilihan, lihatlah apakah pilihan itu smakin mndekatkanmu pd Allah atau tdk, kl tdk ya ganti! #perak2014
Anak2 mungkin salah mengerti ucapan kita, tapi mereka tidak akan pernah salah meng-copy. Hati hati!! #perak2014
Kalau pengen tahu riwayat perkawinan, jejerka saja anak2 dari yg pertama sampai terakhir, ketahuan deh galau2nya
#perak2014Maksimalkan ikhtiar! Karna hak kita adalah berusaha, biarkan Allah yang menentukan apa yg terbaik untuk kita :) #perak2014
Sadari keadaan sekitar, karena jika jalur kita menuju ke surga, bau-baunya pasti sudah tercium. Begitu juga dg jalan ke neraka #perak2014
HS atau schooling dua-duanya baik. Tinggal perhatikan suasananya, kl tdk mnyenangkan dan cenderung "panas", berarti ada yg salah #perak2014
Sering2 berkumpul dgn teman yg 1 semangat, 1 visi, istilahnya senasib sepenanggungan. Kenapa? Biar kita bisa saling menyemangati #perak2014
Panitia desa wisata selo mengaku kagum dg kemampuan keluarga2 #perak2014 yg bisa enjoy skeluarga, anak bermain, ortu diskusi, semua lancar

Sekian reportase #perak2014 on day 1 Tunggu reportase2 asik selanjutnya

Sunday, April 20, 2014
Basic Finance -Twitter-
Mumpung masih awal bulan nih tweeps, aku mau berbagi tips buat ngatur keuangan bulanan :)
Sedikit cerita nih, cita-cita saya mau jadi family financial planner, sejalan dengan jurusan saya, #finance
Rata-rata nih, orang Indonesia itu diajarkan untuk mencari (atau meminta?) uang, namun jarang diajarkan mengelolanya #finance
Itulah kenapa banyak orang Indonesia sering kelabakan di tanggal2 tua #finance
Sebaiknya, mengelola keuangan diajarkan sedini mungkin, Alhamdulillah ibu @septipw ngajarin saya dari SD ☺️ meskipun sering salah2 #finance
Okay, langsung aja ke prakteknya nih, pertama-tama kita harus bikin budgeting dulu, berapa pemasukanny dan apa saja pengeluaranny #finance
Ingat, dalam menyusun pengeluaran, dahulukan kebutuhan bukan keinginan #finance
Kebutuhan itu sesuatu yang tidak dapat digantikan (sandang, pangan, papan) #finance
Sedangkan keinginan itu biasanya terhubung dengan kenyamanan #finance
Kembali ke budgeting, untuk yang muslim, pertama sisihkan dulu zakat setelah menerima pendapatan #finance
Kemudian, pemasukan dikurangi tabungan dulu baru dapat pengeluaran. Bukan malah sebaliknya, tabungannya yg terakhir #finance
Kemudian, ketika kamu udah dpt uangnya (gaji, uang saku, dll) kamu bisa lgsg kelompokkan dlm amplop2 #basic #finance
Nah sekarang uang kamu aman dalam amplop-amplop tersebut, stick with it and you will be safe hehehe #finance
Sekian dulu tentang #basic #finance nya, besok saya tambah lagi ilmunya insya Allah, sedikit2 yg penting dijalankan :) semoga bermanfaat
Sedikit cerita nih, cita-cita saya mau jadi family financial planner, sejalan dengan jurusan saya, #finance
Rata-rata nih, orang Indonesia itu diajarkan untuk mencari (atau meminta?) uang, namun jarang diajarkan mengelolanya #finance
Itulah kenapa banyak orang Indonesia sering kelabakan di tanggal2 tua #finance
Sebaiknya, mengelola keuangan diajarkan sedini mungkin, Alhamdulillah ibu @septipw ngajarin saya dari SD ☺️ meskipun sering salah2 #finance
Okay, langsung aja ke prakteknya nih, pertama-tama kita harus bikin budgeting dulu, berapa pemasukanny dan apa saja pengeluaranny #finance
Ingat, dalam menyusun pengeluaran, dahulukan kebutuhan bukan keinginan #finance
Kebutuhan itu sesuatu yang tidak dapat digantikan (sandang, pangan, papan) #finance
Sedangkan keinginan itu biasanya terhubung dengan kenyamanan #finance
Kembali ke budgeting, untuk yang muslim, pertama sisihkan dulu zakat setelah menerima pendapatan #finance
Kemudian, pemasukan dikurangi tabungan dulu baru dapat pengeluaran. Bukan malah sebaliknya, tabungannya yg terakhir #finance
Kemudian, ketika kamu udah dpt uangnya (gaji, uang saku, dll) kamu bisa lgsg kelompokkan dlm amplop2 #basic #finance
Nah sekarang uang kamu aman dalam amplop-amplop tersebut, stick with it and you will be safe hehehe #finance
Sekian dulu tentang #basic #finance nya, besok saya tambah lagi ilmunya insya Allah, sedikit2 yg penting dijalankan :) semoga bermanfaat
Thursday, April 10, 2014
Surat Cinta untuk Ayah
Dear Ayah,
Surat cinta ini kubuat untuk mengungkapkan perasaanku untuk Ayah yang terkadang tak dapat kusampaikan secara langsung. Kuingin Ayah tahu apapun yang terjadi, aku akan selalu mencintai Ayah.
Ayah, maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan, tapi aku berjanji untuk terus menjadi yang terbaik dimatamu.
Ayah, maafkan bila aku tak sekuat yang kau bayangkan, karna sesungguhnya aku masih berusaha dan belajar untuk mendaki gunung kehidupan ini. Aku masih berusaha mengejar jejak Ayah yang sudah jauh di atasku. Ayah, maafkan aku jika aku menangis, itu karna aku membutuhkanmu untuk menggenggam tanganku dan membantuku menapaki jalan pendakianku. Jangan marahi aku, karna sesungguhnya rapuhnya aku adalah pertanda bahwa aku masih membutuhkanmu untuk mendekapku dan menguatkanku.
Ayah, maafkan aku jika terkadang aku terlihat kesal dengan sikapmu, sungguh aku tidak bermaksud untuk menampakkan ekspresi itu. Maafkan aku Ayah. Beri aku waktu untuk mencerna makna tersirat yang kau berikan, jangan melihatku dengan tatapan kecewa.
Ayah, sesungguhnya aku takut akan amarahmu, tak pernah aku menginginkan untuk dibenci olehmu, namun aku hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kesalahan. Kumohon kau bersedia memaafkanku ayah.
Ayah, surat ini tidak kubuat untuk meminta belas kasihanmu, tidak Ayah, bukan untuk itu. Surat ini kubuat untuk menunjukkan rasa sayangku padamu, surat ini kubuat untuk permohonan maafku padamu. Maafkan aku Ayah.
Ayah, kau adalah pelatih terbaikku, yang melatihku untuk menghadapi kejamnya dunia ini. Yang mengajariku untuk berpikir skeptik, yang mengajariku untuk terus menuntut ilmu, yang mengajariku untuk tidak takut ketika seluruh dunia membenciku selama Allah dan RasulNya tidak, terimakasih ayah.
Ayah, aku masih ingat ketika itu aku yang masih SD menangis setelah Ayah marahi, kemudian Ayah datang dengan membawa bola tenis. Ayah lemparkan bola itu ke bantal dan bola itu tidak melambung. Lalu Ayah lemparkan bola itu ke lantai dan ia melambung tinggi. Kemudian Ayah katakan padaku, "mbak itu seperti bola tenis ini, jika ingin melambung ya tidak bisa berlandaskan bantal yang empuk, mau tidak mau harus mendapatkan hantaman dari lantai yang keras."
Ayah perlu kau tahu dibalik tangisanku, dibalik raut wajah cemberutku, sesungguhnya aku sadar bahwa kau mencintaiku dengan caramu sendiri. Aku sadar bahwa kau menginginkanku untuk menjadi kuat. Ayah... menangis bukan berarti lemah, hanya saja ada saat-saat dimana seseorang membutuhkannya untuk melepaskan sejenak beban di pundaknya, termasuk aku, Ayah. Termasuk Ibu juga. Mungkin Ayah juga begitu? Aku tak pernah tahu.
Jangan kau anggap tangisku pertanda lemahnya diriku, Ayah. Dalam diriku aku tetap tidak menyerah untuk mendaki, meskipun berbagai pengorbanan harus kulakukan untuk mengejarmu yang sudah jauh di depanku.
Ayah, aku mengerti kau akan mendidikku dengan caramu sendiri. Aku paham. Terkadang kau menuntunku untuk melalui jalur keras yang dulu pernah kau tapaki, ayah. Mungkin aku akan sedikit tersengal-sengal melewatinya, kumohon kau bersabar. Dan tetaplah mendukungku, kumohon jangan kau jatuhkan aku. Tuntun aku selangkah demi selangkah, jangan kau paksa aku untuk langsung berlari.
Ayah, jika ada yang tak kau suka dariku, katakan saja terus terang, dan beri tahu aku apa yang seharusnya kulakukan. Ayah tahu, Ayah bisa bercerita apapun padaku, Ayah tidak sendiri, Ayah punya aku, ibu, dan adik-adik. Ayah tidak harus menanggung semuanya sendirian, tidak apa-apa Ayah menangis, tak ada yang memaksa Ayah untuk terus tegar. Andai aku ada disana, aku akan langsung memeluk Ayah.
Ayah, aku kangen. Aku kangen dipeluk Ayah setelah dimarahi, rasanya sudah lama hal itu tidak kudapatkan. Maukah kau berjanji untuk memelukku setiap habis memarahiku? Dengan begitu, aku tidak akan merasa benci padamu, aku tidak mau membenci Ayah, aku sayang Ayah.
Ayah, apapun masalahnya, berjanjilah padaku bahwa kita akan menghadapinya bersama-sama. I love you Ayah :)
Ayah, tak akan ada habisnya jika terus kulanjutkan surat cintaku ini, karna banyak sekali yang ingin kukatakan padamu. Mungkin saat ini cukup sampai disini Ayah. Terimakasih dan Maaf dariku, putrimu yang masih belajar untuk memaknai hidup. Aku sayang padamu, Ayahku
Tuesday, April 8, 2014
Hai kamu...
Hai kamu, iya kamu yang ada dalam diriku, terkadang aku tidak mengenalimu. Siapa kamu sebenarnya? Tahukah kamu, ketika aku berbeda pendapat denganmu hatiku sakit sekali, batinku menangis, dan aku tetap tidak mengerti akan mengalir kemana konflik ini. Pikiranku tak lagi ku mengerti, jiwaku tak lagi setegar biasanya, butuh beberapa menit bahkan beberapa hari untuk meluruskan kembali benang-benang kusut dalam diriku.
Hai kamu, sungguh aku tak ingin peperangan ini terjadi, lebih baik aku dibenci seluruh dunia tapi tak dibenci olehmu. Iya, kamu, sisi lain dari diriku. Inikah yang biasa disebut oleh setiap orang sebagai peperangan batin? Sungguh rasanya sangat sakit dan tidak enak. Mempertanyakan pemikiran yang telah kita miliki selama ini, meragukan keputusan yang baru saja diambil.
Hai kamu, bolehkah ku teteskan air mata ini sejenak saja? Untuk melepas beban berat yang ada di pundakku. Untuk sebentar saja merasakan kedamaian di atas segala kericuhan di dunia ini. Bolehkah?
Hai kamu, kukira aku akan baik-baik saja, selama ini kita sudah sering membahas tentang hal ini kan? Betapa kita akan mengikhlaskan apapun takdir yang ditentukanNya, bahwa apapun yang terjadi kita akan tetap baik-baik saja. Tapi mengapa pada akhirnya hatiku sakit, kenapa aku jadi lemah? Kenapa? Bisakah kau jelaskan padaku, wahai kamu sisi lain dariku?
Hai kamu, peluklah diriku sebentar saja, katakan kepadaku bahwa aku adalah wanita yang tegar. Bantu aku berdiri, bantu aku untuk menjadi kuat kembali seperti biasa. Karna aku tahu kamu masih tetap berpegang pada prinsip kita dulu, meskipun terkadang aku lemah, aku tahu akan selalu ada kamu yang menguatkanku.
Hai kamu, maafkanlah aku, biarkan aku menuangkan segala keluh kesahku sebentar saja, hanya untuk saat ini saja. Agar pikiranku tak lagi kusut dan aku bisa lebih fokus dengan berbagai macam tujuan yang telah kita tentukan bersama.
Hai kamu, terimakasih ya. Terimakasih telah menguatkanku, untuk kembali menantang kerasnya dunia. Sekarang kita sudah bisa kembali berjalan di jalur yang sama, sekarang tak ada lagi hati yang bingung, semua sudah selesai. Terimakasih karna kamu telah mendengarkanku dengan seksama. Terimakasih kamu, sisi lain diriku. Meskipun aku terkadang tak mengenalimu, tapi aku tahu bahwa kamu akan selalu ada di sisiku, sepanjang apapun jalan yang kita tempuh kau kan terus genggam erat diriku, sehingga tidak terlepas dari jalur kehidupanku.
Wednesday, March 26, 2014
Perjuangan Mencari Tempat Sholat
Aku ingin bercerita tentang pengalamanku disini, pengalaman tentang perjuangan mencari tempat sholat. Pertarungan batin antara tidak mau dan tidak bisa, pertarungan yang menunjukkan kesungguhan diri bahwa tidak akan menyerah sebelum berusaha. Inilah kisahku....
Malam ini aku, kak Kiki dan Ara akan nonton film bersama, rencananya kami akan nonton Divergent. Setelah menimbang-nimbang jam tayang dan lokasi, kami akhirnya memilih untuk menonton di bioskop AMK hub yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Jadwal nontonnya jam 7.45 kebetulan ada masjid di dekat bioskop, jadi bisa sholat dulu sebelum nonton. Maghribnya jam 7.14. Tidak disangka ternyata antriannya panjang sekali. O-ow, akhirnya celingukan cari-cari emergency exit untuk sholat, kesana.. kemari.. *cring* akhirnya ketemu juga. Dan aku pun masuk, dan mengganjal pintu pakai sepatu (karna nggak bisa di buka dari dalam kalau sampai tertutup). Sajadah sudah digelar, arah kiblat sudah dapet... "Allahuakbar."
"Hello miss! Hey! Hello! You cannot pray here, hey! hello!"
Aduh kagak sante banget sih ni orang, ganggu konsentrasi orang sholat aja. Hmm... dijawab sekarang atau selesein sholat dulu ya, aduh tapi ni orang ribut amat lagi, akhirnya....
"Yes?"
"You cannot sembahyang sini la!"
"Sebentar saja," pintaku memelas
"cannot cannot, sini got camera la, management tak ijinkan sembahyang sini, I sudah beri tahu you ya, bukannya I mean, tapi management tak kasih lah," buset dah merepet abis.
"okay." ujarku pendek sambil membereskan peralatan sholat.
"sorry ya! bukannya I mean ya, tapi management tak kena kasih lah!"
"okay." jawabku lagi singkat, sambil dalam hati berharap ada alat pembungkam mulut. Makin banyak omongnya ni orang, makin bikin aku emosi aja. Sabar Enes, tenang, tarik nafas. Dan aku pun pergi. Ku telpon kak Kiki, ternyata dia sudah sampai, dia mengajakku untuk ke masjid. Sip, kemungkinan nyasar kecil nih, kan ada GPS. Akhirnya Ara masuk duluan ke gedung bioskop, karna sedang tidak sholat, sedangkan kami berdua nge-bolang mencari masjid. Setelah berjalan beberapa saat, kami tak juga menemukan tanda-tanda keberadaan masjid. Waktu mulai menunjukkan jam 7.40, bagaimana ini, tinggal 5 menit lagi waktu yang kami punya mana GPS nya eror lagi. Huh.
Akhirnya kami nekat balik lagi ke gedung bioskop dan mencari tempat sepi untuk sholat. Kebetulan tadi waktu datang (karna sedikit kesasar) aku melewati lift yang bukan lift utama, disitu ada lorong dan lumayan sepi. Setelah kami sampai di tempatnya, tanpa buang waktu aku langsung mencari arah kiblat dan menggelar sajadah. Baru saja aku mau melakukan takbiratul ihram...
"Eh, what are you doing here?" satpam yang lain datang lagi. Langsung aku reflek menyiapkan defense statement.
"Oh praying a?" lanjut pak satpan dan dia pun pergi begitu saja. Alhamdulillah. Aku pun melanjutkan sholat, dan itu bener-bener sholat pertamaku di tempat emergency yang paling 'nyes' banget di hati. Perjuangan euy hanya untuk shalat, untung aku tidak memilih menyerah dan sholat di bangku bioskop aja hehehe. Alhamdulillah masih bisa sholat dengan berdiri.
Bisa kurasakan kehadiran orang yang berlalu lalang sambil beberapa memperlambat langkah kakinya, sepertinya mereka terheran-heran dengan dua mahluk yang melakukan gerakan-gerakan yang tak dikenali. Namun, aku cuek saja, tetap berusaha fokus pada sholatku. Setelah selesai sholat kami segera membereskan peralatannya dan menuju ruang bioskop.
Begitu sampai di ruang bioskop, hati udah lega, akhirnya kami bisa nonton dengan tenang. Filmnya bagus banget sih, bercerita tentang sebuah negara yang demi mencegah peperangan membagi masyarakatnya menjadi beberapa fraksi yang memiliki tugas masing-masing. Biasanya setiap orangnya memiliki sifat yang akan cenderung pada suatu fraksi tertentu, dan disanalah mereka akan bekerja. Namun, ada beberapa yang memiliki sifat langka, mereka disebut Divergent. Divergent adalah manusia yang memiliki beberapa sifat, istilahnya "they belong to not just one faction," mereka ini diburu oleh pemerintah karna dianggap dapat menimbulkan peperangan. Pokoknya inti ceritanya pemberontakan dari para divergent ini. Seru banget dan wajib ditonton banget.
Inilah kisahku, apa ceritamu?
Malam ini aku, kak Kiki dan Ara akan nonton film bersama, rencananya kami akan nonton Divergent. Setelah menimbang-nimbang jam tayang dan lokasi, kami akhirnya memilih untuk menonton di bioskop AMK hub yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Jadwal nontonnya jam 7.45 kebetulan ada masjid di dekat bioskop, jadi bisa sholat dulu sebelum nonton. Maghribnya jam 7.14. Tidak disangka ternyata antriannya panjang sekali. O-ow, akhirnya celingukan cari-cari emergency exit untuk sholat, kesana.. kemari.. *cring* akhirnya ketemu juga. Dan aku pun masuk, dan mengganjal pintu pakai sepatu (karna nggak bisa di buka dari dalam kalau sampai tertutup). Sajadah sudah digelar, arah kiblat sudah dapet... "Allahuakbar."
"Hello miss! Hey! Hello! You cannot pray here, hey! hello!"
Aduh kagak sante banget sih ni orang, ganggu konsentrasi orang sholat aja. Hmm... dijawab sekarang atau selesein sholat dulu ya, aduh tapi ni orang ribut amat lagi, akhirnya....
"Yes?"
"You cannot sembahyang sini la!"
"Sebentar saja," pintaku memelas
"cannot cannot, sini got camera la, management tak ijinkan sembahyang sini, I sudah beri tahu you ya, bukannya I mean, tapi management tak kasih lah," buset dah merepet abis.
"okay." ujarku pendek sambil membereskan peralatan sholat.
"sorry ya! bukannya I mean ya, tapi management tak kena kasih lah!"
"okay." jawabku lagi singkat, sambil dalam hati berharap ada alat pembungkam mulut. Makin banyak omongnya ni orang, makin bikin aku emosi aja. Sabar Enes, tenang, tarik nafas. Dan aku pun pergi. Ku telpon kak Kiki, ternyata dia sudah sampai, dia mengajakku untuk ke masjid. Sip, kemungkinan nyasar kecil nih, kan ada GPS. Akhirnya Ara masuk duluan ke gedung bioskop, karna sedang tidak sholat, sedangkan kami berdua nge-bolang mencari masjid. Setelah berjalan beberapa saat, kami tak juga menemukan tanda-tanda keberadaan masjid. Waktu mulai menunjukkan jam 7.40, bagaimana ini, tinggal 5 menit lagi waktu yang kami punya mana GPS nya eror lagi. Huh.
Akhirnya kami nekat balik lagi ke gedung bioskop dan mencari tempat sepi untuk sholat. Kebetulan tadi waktu datang (karna sedikit kesasar) aku melewati lift yang bukan lift utama, disitu ada lorong dan lumayan sepi. Setelah kami sampai di tempatnya, tanpa buang waktu aku langsung mencari arah kiblat dan menggelar sajadah. Baru saja aku mau melakukan takbiratul ihram...
"Eh, what are you doing here?" satpam yang lain datang lagi. Langsung aku reflek menyiapkan defense statement.
"Oh praying a?" lanjut pak satpan dan dia pun pergi begitu saja. Alhamdulillah. Aku pun melanjutkan sholat, dan itu bener-bener sholat pertamaku di tempat emergency yang paling 'nyes' banget di hati. Perjuangan euy hanya untuk shalat, untung aku tidak memilih menyerah dan sholat di bangku bioskop aja hehehe. Alhamdulillah masih bisa sholat dengan berdiri.
Bisa kurasakan kehadiran orang yang berlalu lalang sambil beberapa memperlambat langkah kakinya, sepertinya mereka terheran-heran dengan dua mahluk yang melakukan gerakan-gerakan yang tak dikenali. Namun, aku cuek saja, tetap berusaha fokus pada sholatku. Setelah selesai sholat kami segera membereskan peralatannya dan menuju ruang bioskop.
Begitu sampai di ruang bioskop, hati udah lega, akhirnya kami bisa nonton dengan tenang. Filmnya bagus banget sih, bercerita tentang sebuah negara yang demi mencegah peperangan membagi masyarakatnya menjadi beberapa fraksi yang memiliki tugas masing-masing. Biasanya setiap orangnya memiliki sifat yang akan cenderung pada suatu fraksi tertentu, dan disanalah mereka akan bekerja. Namun, ada beberapa yang memiliki sifat langka, mereka disebut Divergent. Divergent adalah manusia yang memiliki beberapa sifat, istilahnya "they belong to not just one faction," mereka ini diburu oleh pemerintah karna dianggap dapat menimbulkan peperangan. Pokoknya inti ceritanya pemberontakan dari para divergent ini. Seru banget dan wajib ditonton banget.
Inilah kisahku, apa ceritamu?
Sunday, March 9, 2014
Tersenyumlah, Karna Aku Ada
Kegelapan malam semakin terasa seiring berjalannya waktu, keheningan menjadi musik yang mengiringi tidurmu. Kau lihat kanan dan kirimu, semua sudah tertidur lelap. Seharusnya kau pun juga begitu, ditambah lagi kemarin malam tugas-tugas kuliah sukses membuatmu hanya tidur beberapa jam saja. Tapi kenyataannya, malam ini sedikitpun tak kunjung bisa kau pejamkan matamu. Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.
Matamu mulai nanar menerawang, kau urungkan niat untuk tidur. Meskipun tubuhmu sudah sangat lelah, meski otakmu sudah meronta butuh istirahat, tapi sayangnya hatimu menolak. Hingga kaupun menyadari bahwa kau sedang berperang melawan dirimu sendiri. Ada kenangan-kenangan lama yang menggeliat memasuki jiwamu, kenangan itu lambat laun mulai mengambil alih pikiranmu. Aaah kamu jadi teringat masa itu.
Terima saja bahwa malam ini kau sedang kurang beruntung, esok kau harus bangun pagi-pagi sekali dan malam ini kau malah diajak bermain oleh pikiranmu. Yah, anggap saja dewi keberuntungan memang sedang mengujimu, mungkin kau butuh sedikit "sentilan" dalam hidup ini untuk dapat menyadari apalah makna dari kehidupanmu ini.
Akhirnya, kau mengaku kalah dengan dirimu sendiri dan mulai membuka laptopmu untuk menuliskan segala keluh kesah yang bercengkrama dihatimu. Haha, kau memang orang yang tak pernah bisa mengungkapkan emosimu dengan baik secara verbal. Untunglah kau bisa menyalurkannya dalam tulisan dan gambar, ya, kau masih beruntung, setidaknya kamu tidak punya pikiran untuk mengakhiri hidupmu. Tidak secepat itu.
Kata demi kata mulai mengalir, ia membentuk suatu alur tertentu, alur yang tak dapat kau tebak ujungnya. Peduli setan dengan dimana cerita ini akan berakhir, yang kau pikirkan saat ini hanyalah bagaimana kau bisa menumpahkan segala keluh kesahmu, dan malam ini kau dapat tidur dengan tenang. Aah seandainya saja kau punya sedikit keberanian untuk memperjuangkan keinginanmu, kau tidak akan berakhir menyedihkan begini.
Entah sejak kapan pemikiran seperti itu ada padamu, sebuah pemikiran konyol dengan satu kesimpulan: kau tak akan pernah menang darinya, kau tak akan bisa mempertahankan keinginanmu. Argumenmu kurang kuat, setiap perkataanmu akan dengan mudahnya dipatahkan olehnya. Yah sepertinya kau harus cukup puas dengan hanya menuliskan perasaanmu, berharap saja waktu kan menyembuhkan lukamu.
Tapi tidak, kau yang sekarang hanya membohongi dirimu sendiri! Kau tahu semakin kau pendam, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Tapi kau takut, kau takut keinginanmu akan dirusak lagi olehnya. Kau lebih memilih diam daripada melawan, karna sekuat apapun kau melawan, kau tak pernah bisa menang. Kau lebih memilih menelan semua kepahitan dan anganmu daripada harus bergulat dengannya. Kau yang sekarang sangat lemah! Kasihan sekali kau, apakah waktu yang telah mengajarimu itu semua?
Sudahlah, tubuhmu sudah lelah, matamu sudah sangat ingin terpejam, kau sudah harus istirahat. Hentikan saja keluh kesahmu ini. Berharaplah esok hari semua akan baik-baik saja. Semoga. Berharaplah esok hari keajaiban datang dan kau dapat kembali menatap hari dengan senyuman. Aku sudah merindukan senyuman indahmu itu, aku juga rindu tawa lepasmu. Tolonglah, hapus air matamu, jadilah orang yang kuat. Karna masih banyak yang menyayangimu. Dan aku, aku akan selalu ada disini menemanimu, akan kudengarkan keluh kesahmu. Meski kau tak dapat melihatku, tapi aku selalu ada untukmu, dan akan kupastikan bahwa kau akan baik-baik saja. Karna aku menyayangimu, maka tersenyumlah.
Wednesday, March 5, 2014
When I met my Besties
Hi folks! As I'm not in the mood for doing my assignments right now (although the deadline is tomorrow :p). Guess that I'll be telling you all my story from not-so-long time ago hehhe
So, the story was set up on the day where ashes from Mt. Kelud is still an issues in my beloved city, Salatiga. Although the ashes are wiped up by the rain, but, everywhere still looks grey, just exactly like my heart #eaaaaa just kidding hahaha. Okay back to the story, This weekend I canceled the seminars tour with my mom, because my besties are coming to town hohoho. It's really seldom for us to meet together with a complete members like this day, if I count it right, so it was our second time since we graduated from junior high, hoho
The first person that came to my house is Amung, she now lives in Semarang about 1 hour from Salatiga. We were so gabut because it's only two of us. So we decided to chat about everything that came up to our minds, whether it's about school, friends, town, planes, love life #eaaaa (although i don't have any story for that topic hehehe). Finally, two of my other friends showed up, those are Nunk and Hayu, they both are in SMANSSA (the number one government school in Salatiga). They came along with their motorbikes :D and the journey began.
Although it feels like I chew a lot of ashes in my mouth as we go along the road, but I just ignored it and enjoy the time with my besties. And... as always, whenever we meet up, we often cannot decided where we wanna go, and end up in the same place (again) as always. So we go to St*r steak, having lunch there, chat, and go, hohooho. And then we go around the city, we stopped by the library for awhile, then go to Rida's (the last members that haven't showed up in our group) school :) Actually, we want to be crazy and yelled Rida's name as we ride in front of Rida's school, but looking at the number of people we don't know there, we just do nothing and called Rida on her phone hehe.
Because Rida wanted to change her uniform into casual look, so we went to Rida's house. As usual, we also messed her room (that already messy before) :p hehehe. Finally, our (second) last tour, we went to Cici** milk near my house, I order for caramel milk, that's yummy :9 i didn't try the snacks though, so I can't rate it hehe. But the milk is delicious. We took a lot of pictures there, luckily we are the only one occupying the second floor, so we can put whatever poses we want, of course the normal one, or so I think :p
Oh I forgot to tell you that I also went to my junior high, it feels so nostalgic, the buildings are better than when I was still there. Many of my underclassmen also still playing basketball there, but I don't know any of them so I didn't greet them, hehe.
Okay, and the last destination was my home. We played poker til 8pm (in Salatiga, that's late night already).
Even though when you read this story, you might think that it's just an ordinary boring story, but for me, that's a really wonderful time that I want to share with you guys. Because, at that time, I felt like I could leave all my sadness behind, I could enjoy the moment as much as I can. And I'm looking forward for the time like this, before we all are busy with our university's life.
There are some photos that we took at that day..
Subscribe to:
Posts (Atom)




























